Banjarnegara – Pemulasaraan jenazah merupakan salah satu pengetahuan keagamaan yang penting dimiliki masyarakat karena menjadi bagian dari pelayanan sosial di lingkungan sekitar. Melihat pentingnya pemahaman tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 091 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto mengadakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi masyarakat Desa Piasa Wetan, Banjarnegara.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari, yaitu Selasa dan Rabu, 4–5 Agustus 2026, bertempat di Masjid Al-Huda, Desa Piasa Wetan. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh masyarakat Desa Piasa Wetan dan bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan mengenai tata cara pemulasaraan jenazah, sehingga warga memiliki bekal yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Saekhudin, perwakilan MWCNU Susukan, Banjarnegara, bertindak sebagai pemateri sekaligus pembimbing. Materi yang diberikan berkaitan dengan tahapan pemulasaraan jenazah, mulai dari pemahaman dasar hingga praktik pelaksanaannya.
Pelatihan ini dilaksanakan karena pengetahuan mengenai pemulasaraan jenazah tidak hanya membutuhkan pemahaman secara teori, tetapi juga keterampilan dalam melakukan setiap tahapannya. Oleh karena itu, kegiatan dirancang dalam dua bentuk, yaitu penyampaian materi dan praktik secara langsung agar peserta dapat memahami sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Pada hari pertama, Selasa, 4 Agustus 2026, kegiatan difokuskan pada penyampaian materi mengenai pemulasaraan jenazah. Ustadz Saekhudin memberikan penjelasan kepada peserta sebagai pembekalan sebelum memasuki tahap praktik. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengajukan pertanyaan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pemulasaraan jenazah.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan masyarakat selama sesi berlangsung. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berusaha memahami berbagai tahapan serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemulasaraan jenazah.
Memasuki hari kedua, Rabu, 5 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemulasaraan jenazah secara langsung. Peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti dan mempraktikkan tahapan pemulasaraan yang sebelumnya telah dijelaskan pada hari pertama. Melalui praktik tersebut, masyarakat dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan pengetahuan yang telah diberikan.
Kegiatan praktik juga mendapat respons positif dari peserta. Masyarakat mengikuti setiap tahapan dengan penuh perhatian dan antusias. Keaktifan peserta selama proses praktik menunjukkan adanya ketertarikan dan kesungguhan dalam memahami keterampilan pemulasaraan jenazah.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusiasme dari masyarakat Desa Piasa Wetan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 091 UIN Saizu berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemulasaraan jenazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi yang berkaitan dengan kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dipraktikkan serta dibagikan kepada masyarakat lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.