Banjarnegara – Mahasiswa KKN Kelompok 91 UIN Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto mengadakan kegiatan SADAP (Sampah Dapur Jadi Pupuk) di Desa Piasa Wetan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dapur sekaligus memanfaatkannya menjadi pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman.
Kegiatan SADAP menjadi salah satu program KKN Kelompok 91 yang berfokus pada pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan diikuti oleh sekitar 30 peserta. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran, buah-buahan, nasi, dan sampah dapur lainnya. Peserta kemudian diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pupuk serta pembuatan wadah atau komposter sederhana sebagai tempat pengolahan sampah organik.
Ketua Kelompok KKN, Ahmad Rafiq Khoiri, menyampaikan bahwa "kegiatan ini penting karena bermanfaat untuk para warga dapat memanfaatkan sampah dapur dijadikan hal yang berguna dari pada dibuang membusuk atau dibakar".
Lalu dari Kepala Desa Piasa Wetan menyampaikan bahwa "Diadakannya kegiatan ini adalah hal yang bagus karena bermanfaat bagi masyarakat desa Piasa Wetan teurtama untuk ibu-ibu agar dapat mengolah sampah dapur menjadi hal yang bermanfaat bagi kita dari pada dibuang mending dijadikan suatu yang bermakna".
Narasumber dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara disini menyampaikan bahwa "Kegiatan seperti ini itu harus diadakan dimanapun, supaya para warga khususnya ibu-ibu dapat menerapkan ilmu ini untuk kedepannya agar dapat mengolah sampah menjadi suatu yang bermanfaat, seperti pembuatan komposter cair yang terbuat dari sampah organik dapur". Serta memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik, pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah, serta manfaat pupuk organik bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Penyampaian materi juga diarahkan agar masyarakat memahami bahwa sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti tahapan pembuatan pupuk organik mulai dari pemilahan bahan, pencacahan, pencampuran dengan bioaktivator atau dekomposer, hingga teknik penyimpanan dan perawatan selama proses pengomposan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung dengan pendampingan narasumber dan mahasiswa KKN. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali peserta agar mampu mengolah sampah organik secara mandiri dan menerapkannya di rumah masing-masing.
Melalui program SADAP dengan tema “Dari Dapur Jadi Subur, Wujudkan Lingkungan Lestari, Berkelanjutan, dan Makmur”, KKN Kelompok 91 berharap masyarakat Desa Piasa Wetan semakin peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga maupun masyarakat, sehingga sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, volume sampah dapat dikurangi, dan tercipta lingkungan Desa Piasa Wetan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.