Program kegiatan Sosialisasi Self Protection pada Anak Sekolah Dasar terlaksana pada hari Senin, 21 Januari 2026 dan bertempat di SDN Piasa Wetan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri serta memahami batasan dalam berinteraksi dengan orang lain. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak tentang perlindungan diri sejak usia dini agar anak mampu mengenali situasi yang berpotensi membahayakan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi secara langsung menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain, cara mengatakan tidak terhadap tindakan yang membuat tidak nyaman, serta pentingnya segera melapor kepada orang tua atau guru jika mengalami kejadian yang mencurigakan. Mahasiswa juga memberikan contoh situasi sederhana yang sering terjadi dalam kehidupan sehari hari agar siswa dapat lebih memahami materi yang diberikan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi interaktif berupa tanya jawab dan simulasi sederhana. Melalui simulasi, siswa diajak mempraktikkan cara menolak ajakan orang asing, cara meminta bantuan, serta cara menjaga jarak aman saat berinteraksi dengan orang yang belum dikenal. Metode ini digunakan agar siswa tidak hanya memahami secara teori tetapi juga memiliki gambaran tindakan yang dapat dilakukan secara langsung.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam memberikan pengawasan dan pendampingan kepada anak. Mahasiswa menyampaikan bahwa komunikasi terbuka antara anak dan orang dewasa sangat membantu dalam mencegah terjadinya tindakan yang merugikan anak. Guru dan orang tua diharapkan dapat menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bercerita. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa memiliki pemahaman dasar tentang perlindungan diri serta mampu menjaga keselamatan diri dalam kehidupan sehari hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan sekolah dan masyarakat mengenai pentingnya edukasi perlindungan diri pada anak sejak usia sekolah dasar.